<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Unilily's Weblog</title>
	<atom:link href="http://unilily.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://unilily.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Dec 2011 08:20:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='unilily.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Unilily's Weblog</title>
		<link>http://unilily.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://unilily.wordpress.com/osd.xml" title="Unilily&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://unilily.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Datuk Kemala yang Saya Kenal</title>
		<link>http://unilily.wordpress.com/2011/12/24/datuk-kemala-yang-saya-kenal/</link>
		<comments>http://unilily.wordpress.com/2011/12/24/datuk-kemala-yang-saya-kenal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 08:18:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unilily</dc:creator>
				<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unilily.wordpress.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Datuk Kemala yang saya kenal Di awal bulan  Mei 2011 Datuk Dr Ahmad Kamal Abdullah yang sering dipanggil  dengan Datuk Kemala mendapat kan Anugerah Sastera Negara, segaligus menyandang gelar Sastrawan Negara (SN) Malaysia yang  diumumkan oleh wakil Perdana Menteri Malaysia. Dikatakan hasil karya Datuk Kemala ini bermutu tinggi dalam daya renung, tinggi daya cipta dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=251&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://unilily.files.wordpress.com/2011/12/foto-sastrawan-negara.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-279" title="foto sastrawan negara" src="http://unilily.files.wordpress.com/2011/12/foto-sastrawan-negara.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Datuk Kemala yang saya kenal</p>
<p>Di awal bulan  Mei 2011 Datuk Dr Ahmad Kamal Abdullah yang sering dipanggil  dengan Datuk Kemala mendapat kan Anugerah Sastera Negara, segaligus menyandang gelar Sastrawan Negara (SN) Malaysia yang  diumumkan oleh wakil Perdana Menteri Malaysia. Dikatakan hasil karya Datuk Kemala ini bermutu tinggi dalam daya renung, tinggi daya cipta dan reka serta mempunyai nilai estetika yang mengagumkan.</p>
<p>Sebelumnya hanya ada sepuluh penyair yang menyandang gelar Sastrawan Negara di Malaysia, dan kini Datuk Kemala ini adalah yang ke 11.</p>
<p>Datuk Kemala yang kakek nya berasal dari Pasaman Sumatra barat,  pada masa terjadi nya musibah gempa di Padang mengkoordinir untuk menerbitkan buku antologi puisi penyair Nusantara (penyair dari Malaysia dan Indonesia) dengan judul Musibah Gempa Padang. Buku yang hasil penjualan nya untuk sumbangan bantuan kemanusian di Padang itu di luncurkan di Rumah Puisi Taufiq Ismail di Aih Ange Sumatra Barat Indonesa. Acara yang dihadiri oleh Taufiq Ismail dan sastrawan-penyair Sumbar lainnya serta Akademi Penyair Malaysia (APMA) diadakan tgl 30 Januari 2010.</p>
<p>Di awal tahun 2011 Datuk Kemala juga menerbitkan lagi buku Antologi Puisi karya Kemala dan Penyair Nusantara (dari Indonesia, Malaysia dan Singapura) yang peluncurannya diresmikan oleh Y.Bhg. Prof Madya Dr. Che Ibrahim Saleh Dekan FBMK (Fakulti Bahasa Moden dan Komunikasi), Universiti Putra Malaysia. Pada hari peluncuran yang dihadiri tidak saja penyair Malaysia yang datang dari Kuala Lumpur, Melaka, Bangi dan sekitarnya juga hadir penyair dari Singapore dan Indonesia. Penyair penyair dari Indonesia yang hadir diantaranya : Rida K. Liamsi dari Pekan baru, Riau Indonesia.; Sastri Bakry dari Padang Indonesia; Hermayulis dari Jakarta, dan Free Hearthy dari Jakarta.</p>
<p>Pada acara peluncuran buku yang berjudul Meditasi Dampak 70 Kemala di Kuala Lumpur itu, acara dimeriahkan dengan bacaan puisi dari para hadirin/penyair termasuk saya yang juga membacakan puisi karya saya yang dimuat dalam buku antologi puisi yang juga di luncurkan di PDS HB Yasin Taman Ismail Marzuki Jakarta pada tgl 26 Maret 2011.<br />
Puisi saya yang berjudul Detik bertema selamat Ulang Tahun kepada Datuk Kemala yang kebetulan hari Peluncuran buku itu adalah bertepatan dengan ulang tahun Datuk Kemala yang ke 70.</p>
<p>Penulis dan penyair Indonesia juga pernah diundang oleh Datuk Kemala untuk hadir dan memberikan presentasi kertas kerja tentang sastra  pada Seminar Kepengarangan Muslimah Nusantara yang diadakan di Dewan Bahasa dan Pustaka Kuala Lumpur. Pada acara ini juga hadir sastrawan/Penulis dari Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam dan Thailand. Dari Indonesia yang hadir diantaranya : Fajrul Rachman, Hudan Hidayat, Dr. Silvia Hanaeni, Emmy Marthala, Kirana Kejora, Yo Sugianto, Abidah el-Khaliqie.</p>
<p>Datuk Kemala yang sudah bergelut dalam dunia penulisan khususnya puisi selama 40tahun sering mengadakan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia untuk menghadiri dan mempresentasikan kertas kerja pada pertemuan-pertemuan sastra di Indonesia. Beberapa karya Datuk yang yang pernah menerima SEA Write Award pd th 1986 ini, diantaranya ditulis saat beliau di Jakarta-condet-Cipayung, puncak, kudus, Demak,Brebes, Solo,Bandung, Danau Maninjau, dll yang terhimpun dalam buku yang berjudul Ziarah Tanah Kudup.</p>
<p>Datuk Kemala yang oleh kawan-kawan nya sesama penyair disebut sebut sebagai the Khalil Gibran of Malaysia, saat menginap di rumah Affandi, pelukis  kesohor Indonesia menulis puisi yang cantik  dengan judul Kamar Affandi.</p>
<p>Kamar Affandi</p>
<p>Kamar purnama penuh<br />
Wanginya sejuta bunga<br />
Sarathati mendukung cinta.</p>
<p>Kamar mawar dan kekasih<br />
Ninabobo dan hati<br />
Tidur pualam sanjungan Kemala<br />
Di bawah payung kota Yogya.</p>
<p>Dendamku sepanjang zaman<br />
Hutan terbakar kembali berseri.</p>
<p>Kamar hayat kamar kasih<br />
Kuukir dicumbu sakti<br />
Ada kecicil angin dini.</p>
<p>Ayun-temayun nyanyi<br />
Beralun, di alun-alun<br />
Dalam mimpi<br />
Dalam sepi.</p>
<p>Yogyakarta, 1983<br />
(puisi Dicuplik dari Kumpulan puisi PELABUHAN PUTIH 1989:36</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unilily.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unilily.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unilily.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unilily.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unilily.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unilily.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unilily.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unilily.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unilily.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unilily.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unilily.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unilily.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unilily.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unilily.wordpress.com/251/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=251&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unilily.wordpress.com/2011/12/24/datuk-kemala-yang-saya-kenal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5627406954275fee8863b73e7b6e3df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unilily</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unilily.files.wordpress.com/2011/12/foto-sastrawan-negara.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">foto sastrawan negara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>labuan</title>
		<link>http://unilily.wordpress.com/2011/07/25/labuan/</link>
		<comments>http://unilily.wordpress.com/2011/07/25/labuan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 10:04:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unilily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unilily.wordpress.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mencapai Labuan, pulau yang lokasinya 10km dari pantai Sabah, dari Kuala Lumpur kami menaiki pesawat Air Asia dari LCCT, Low Cost Carrier Terminal selama 2,5 jam. Berbeda dengan di KLIA, Kuala Lumpur International Airport dengan gedung yang sangat besar dan luas serta megah, LCCT , walau sekarang sudah agak luas, nampak ramai dan crowded. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=268&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk mencapai  Labuan, pulau yang lokasinya 10km dari pantai Sabah, dari Kuala Lumpur kami menaiki pesawat Air Asia dari LCCT, Low Cost Carrier Terminal selama 2,5 jam.<br />
Berbeda dengan di KLIA, Kuala Lumpur International Airport  dengan gedung yang sangat besar dan luas serta  megah, LCCT ,  walau sekarang sudah agak luas, nampak ramai dan crowded.<br />
Setiba di LCCT saya agak   panik  melihat  antrian yang panjang saat self check in dengan menggunakan mesin  automatic, saat barang barang di scan kemudian saat  menyerahkan koper  di baggage dropp.   Akan tetapi karena kesigapan petugas dan keteraturan masyarakat yang  mengantri dan tak ada yang main serobot,  semua berjalan dengan cepat dan tak makan waktu yang lama.<br />
Ketika  diberitahukan  bebrapa menit lagi kapal akan mendarat di Pulau, yang dulunya merupakan bagian dari Kesultanan Brunei yang diserahkan kepada British pada 1846, yang terlihat  dari jendela pesawat adalah laut yang menghampar luas. Menjelang pesawat akan landing barulah nampak daratan Pulau dengan pohon2  menghijau serta bangunan2 tinggi serta jalanan yang lebar  dan  teratur .  Pulau yang bernama Labuan  yang mendapat julukan  Peal of Borneo dan berstatus Duty Free.<br />
Sebelum  berjalan jalan kesekeliling kota/pulau  labuan yang jumlah penduduk berkisar 100.000 orang (wikepedia) dan  majoritas keturunan Kadayan-Brunei, beragama Islam dan bertutur bahasa Melayu dengan dialek setempat, saya makan siang  di Restaurant Malindo (Malaysia Indonesia). Saat itu meja hampir semua terisi dan harga makanan disana relative tak terlalu mahal…sekitar Rm9, makanan standar nasi plus  ikan dan sayur. Saya memilih ikan pari asam pedas , tumis sayur pare yang memiliki rasa sensasi yang agak pahit sedikit, kemudian gulei nangka, orang minang menyebutnya gulei cubada  dan air mineral.<br />
Pertama kita  ke Mall  Finance Park dengan bagunan gedung tinggi yang lantai atas nya adalah perkantoran  dan sebelahnya ada  apartment  mewah yang disewakan harian yang harganya tak jauh beda dengan hotel berbintang yang banyak di temui di Pulau yang pernah  dikuasai oleh Jepang pada th 41-45 yang namanya menjadi Pulau Maida sesuai dengan nama Komander Tentara Jepang yang mendarat di Labuan.<br />
Di Mall yang besar dan tak terlalu ramai dikunjungi orang  yang nampak pertama    toko buku, ada perasaan bangga  melihat buku buku karya Habiburahman  El Shiraji dan buku karya ahmad Fuadi di jual di pulau nun jauh disini,  setelah puas window shopping kita melanjutkan perjalanan ke museum  melewati taman yang bersih dan sepi, mengingatkan suami akan taman Martha Tiaahu di Blok M Jakarta yang sering dikunjunginya waktu kecil dulu karena lokasi yang dekat dengan rumahnya di Jl. Melawai Raya.<br />
Di museum Labuan  selain menceritakan sejarah tentang kota Labuan yang sudah didatangi Inggris sejak th 1800an,  ada  kisah yang menceritakan saat Majapahit pun pernah menguasai daerah  kawasan yang saat itu termasuk wilayah kerajaan Brunei Darrusalam. Jadi tepatlah apa yang dikatakan pada sumpah Palapa yang pada saat itu ingin mempersatukan Nusantara.  Yang dimaksud majapahit Nusantara  diantarnya ada lah negara2 yang sekarang termasuk Brunei, Singapore, Malaysia Indonesia Pilipina selatan, Thailand selatan.<br />
Sebenarnya masih banyak yang ingin dikunjungi di kota/pulau ini tapi saya  sudah penat  akhirnya  balik dan istirahat di  hotel yang tariff nya rm160an per malam. Hotel yang nyaman  dan luas dengan dilengkapi meja makan dan kursi tamu walau   bukan hotel mewah.<br />
Sorenya setelah beristirahat  kita  jalan jalan lagi sekitar hotel yang lokasinya di tengah tengah kota.  Kita  ke pantai sebelah Labuan Marina. Tampak ada beberapa orang yang memancing dan banyak kapal kapal tanki di perairan.  Tak lupa saya mengambil pasir pantai sebagai koleksi. Pasir di satu pantai dengan pantai lain nya sangat berbeda mempunyai khas yang tersendiri.<br />
Menjelang senja kita meninggalkan pantai dan makan malam di Medan Selera (food court/Puja Sera) disekitar situ. Saya  tergiur dengan ayam bakar yang harganya Rm2 satu potong dan saya minta soup yang satu porsi harganya berkisar Rm4. Rasa makanan yang  standar saja tidak terlalu istimewa tapi juga tidak tak enak dan lumayanlah sudah memenuhi standar gizi, empat sehat lima kenyang.<br />
Nampaknya penjual makanan di Medan Selera yang terlihat bersih dan nyaman banyak  orang orang Indonesia yang berasal dari Jawa, rasa makanan nya pun agak mirip masakan Indonesia.<br />
Keesokan, di hari Senin  saat suami mengunjungi students yang tengah magang ( practical/ latihan Industri) di jabatan Meteorologi Malaysia dan menguji serta mendengarkan students yang memberikan presentasi apa yang sudah dikerjakan selama 6bulan, saya browsing internet di ruang tamu dengan laptop kecil yang sudah  saya siapkan  dan menulis catatan perjalanan yang rencana nya catatan perjalanan saya ini akan saya buku-kan.<br />
Siang nya sebelum bertolak ke Kota Kinabalu kita diantar oleh teman yang tinggal di Labuan  untuk mengunjungi   Chimney Historical Complexs. yang berlokasi di Tanjung Kubong,  20 menit dari pusat kota  dengan mengendarai mobil.<br />
Di kompleks itu ada  Pusat Informasi Chimney, museum yang memamerkan sejarah penambangan batu bara  dan  Menara Chimney,  artifak bagunan yang mempunyai ketinggian 32m   dari era pertambangan batu bara sejak th 1847 hingga 1911 yang berlokasi di Tanjung Kubong Labuan. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unilily.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unilily.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unilily.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unilily.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unilily.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unilily.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unilily.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unilily.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unilily.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unilily.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unilily.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unilily.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unilily.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unilily.wordpress.com/268/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=268&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unilily.wordpress.com/2011/07/25/labuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5627406954275fee8863b73e7b6e3df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unilily</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepri</title>
		<link>http://unilily.wordpress.com/2011/06/24/kepri/</link>
		<comments>http://unilily.wordpress.com/2011/06/24/kepri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 14:03:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unilily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unilily.wordpress.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Sekali Jalan dua tiga pulau di kunjungi Kuliner Sesampai di Pelabuhan Batam langsung makan di Resto Padang dan yang pertama dipesan adalah Teh Botol&#8230;glek langsung habis&#8230;.pesen makanan nasi padang standar, ayam bakar, pucuk paranciah (sayur daun singkong), perkedel tak lupa sambal lado ijau (sambel cabe hijau)..nym nyum&#8230;.tapi ow ow&#8230;.banyak yang merokok padahal ruangan ini ber [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=262&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekali Jalan dua tiga pulau di kunjungi<br />
Kuliner<br />
Sesampai di Pelabuhan Batam langsung makan di Resto Padang dan yang pertama dipesan adalah Teh Botol&#8230;glek langsung habis&#8230;.pesen makanan nasi padang standar, ayam bakar, pucuk paranciah (sayur daun singkong), perkedel tak lupa sambal lado ijau (sambel cabe hijau)..nym nyum&#8230;.tapi ow ow&#8230;.banyak yang merokok padahal ruangan ini ber AC&#8230;.duh duh gimana nih my daughter alergi berat nih, Masih soal perokok yang tak memperhatikan orang yang tak merokok ketika sedang breakfast di hotel ada yang merokok padahal ruangan itu ber AC. Saya sangat berharap kepedulian masyarakat akan hal ini karena para perokok pasif sangat peka terhadap asap rokok apalagi di ruangan ber AC.</p>
<p>Malam nya setelah blanja blenji dengan excited barang2 yang indonesia banged, yang udah dikangeni kita makan di resto di Nagoya Hill yang lokasi restaurantnya mirip mirip di Citos banyak makanan Indonesia yang paling Indonesia seperti es teler 77, ayam penyet Ria (masakan indo yang populer di S&#8217;pore n Malaysia). kita milih restaurant sunda dengan pilihan menu ikan gurame terbang. Sayur asem, dan lalab sambel serta sate ayam. Di Malaysia tidak ada ikan gurame , biasanya restoran indonesia di Malaysia menyediakan ikan Nila Terbang ( di Malaysia disebut ikan talapia), sayur asem di Malaysia tak ada melinjo dan daunnya, serta sate ayam (nah ini mah populer di Malaysia, walau rasanya agak beda) dan lalab2an/ulam hijau royo royo, cuma gak ada lawan yang doyan lalaban cuma aku sendiri. (pokoknya semua pilihan makanan yang jarang/sulit ditemui di Malaysia)</p>
<p>Keesokan nya sepulang dari Pulau Penyengat kami makan Sea food di Golden Prawn, Kita memilih sendiri makanan laut yang masih mentah yang ditaruh di bak rendah seperti orang yang berjualan di pasar traditional. Senang juga sebelum memilah milah makanan yang akan kita beli saya sempat melihat pemandangan yang jarang kita temukan seperti udang yang masih berenang di air dan bentuknya lurus. Kita memilih ikan yang akan dimasak. Gonggong yang cuma di temui di Batam atau di Kepri, tentu saya tak ketinggalan dipesan. walau tak dipesan gak banyak2 karena anak dan suami tak suka dengan makanan yang agak sesasional ini dan jarang ditemui pula. Tapi ternyata Gonggong ini lebih nikmat disbanding kerang yang terkadang terasa ada pasir pasir.</p>
<p>Sebelum pulang siang hari kami menyempatkan makan di Sederhana, restaurant Padang yang di rawa mangun Jakarta adalah dekat dengan rumah saya. Disini ruangan untuk orang perokok disediakan ditempat terbuka dan kami makan diruangan yang ber AC.</p>
<p>Di Pulau Batam Sight Seing n wisata alam</p>
<p>Sore hari berjalan kaki dari hotel ke Nagoya Hill, Mall yang cukup ramai di Batam. Begitu antusiasnya melihat barang-barang Indonesia banged (saya tak menemukan nya di Malaysia) walau merk berbau English or western seperti Silver Queen, Dust, Hammer, Van Housen, homy ped dll. Ingin rasanya membeli semua tapi bisa bisa disangka akan berniaga di malaysia saat balik Melaka.</p>
<p>Keesokan pagi kami Keliling Batam dengan menggunakan taxy yang sewanya lumayan mahal karena jarak objek wisata yang satu dengan yang lain sangat berjauhan. Saya Cuma berharap kedepan nya ada tempat wisata yang seperti di Melaka Malaysia, kita bisa berkeliling seharian tampa harus mengeluarkan uang untuk transportasi yang mahal.<br />
Pada Tahun 70-80an Pembangunan Industri di Batam untuk menyaingi Singapore dimulai, sayang sekali di akhir th 90an saat krismon melanda Asia, investor asing banyak yang balik kenegaranya meninggalkan sisa sisa kejayaan yang masih tampak. Ada bangunan gaya Eropa yang tertunda pembangunannya. Bangunan yang kokoh dengan beberapa patung orang sedang berkuda bergaya romawi didepan nya.</p>
<p>Kemudian kami melanjutkan perjalanan untuk melihat Jembatan yang menghubungkan pulau Rempang dan Pulau Galang. Jembatan itu diberi nama Barelang singkatan dari nama nama pulau yang dihubungkan itu. Kita bisa berhenti di tengah jembatan dan untuk menikmati pemandangan indahnya laut yang membiru dengan hamparan pulau pulau disekelilingnya. Sayang sekali ditengah kenyamanan itu kita terganggu dengan berdatangan tukang tukang jualan seperti tukang rujak, tukang minuman dan tukang gorengan udang dan kepiting menghampiri kami dan memenuhi sepanjang jalan, merusak pemandangan. Tapi untunglah mereka tak memaksa kami untuk membeli jualannya.</p>
<p>Dari Jembatan nampak bangunan indah diseberang pulau yang ternyata adalah restauran Golden Fish yang saat itu menggelar acara perpisahan anak2 SD sekolah Islam yang sama dengan Sekolah Islam di Jakarta . Anak saya yang alumni sekolah Islam yang terkenal di Jakarta begitu antusias ingin melihat acara nya. Merasa satu almamater. Tapi nampaknya sekolah ini tak ada kaitan dengan sekolah Islam yang sudah lama exist di jakarta. Pada acara tsb ada anak2 menari tarian dari Tapanuli kemudian dilanjutkan dengan orang tua dan para guru serta murid2 lain nya memberi sumbangan kepada para penari. Sumbangan itu nantinya akan dikumpulkan dan digunakan untuk membangun mushola/masjid sekolah tsb begitu kata pembawa acara. Saya ikut berpartisipasi dengan memberi sumbangan ala kadarnya, walau tak seberapa tapi semoga ada manfaatnya.<br />
Masjid pulau Batam<br />
Masjid ini termasuk masjid yang kami kunjungi sebelum balik Melaka. Masjid</p>
<p>Pulau Bintan dan Pulau Penyengat (wisata sejarah)</p>
<p>Dari Punggur Batam ke Tanjung Pinang di Pulau Bintan memakan waktu 1jam dengan menggunakan Ferry. Kami langsung melanjutkan perjalananan ke Pulau Penyengat , bekas pusat pemerintahan kerajaan Melayu Riau -Lingga-Johor-Pahang. dengan menggunakan perahu sederhana dan sedikit usang tapi Nampak kokoh masyarakat setempat menyebutnya bot Pompong.<br />
Untuk mencapai perahu kita menuruni tangga yang cukup curam membuat ciut juga nyali saya di usia yang tidak muda lagi. Tapi hal ini tidak menyurutkan saya untuk tetap turun tangga dan melompat untuk mencapai perahu yang dipenuhi oleh pegawai2 dan anak sekolah yang baru pulang dari Tanjung pinang.</p>
<p>Nampak para pegawai dan anak sekolah mengenakan Baju Melayu, ternyata ketika saya mengobrol dengan warga setempat mereka mengatakan setiap Jum’at wajib mengenakan baju Melayu. Wanita nya mengenakan baju kurung persis baju kurung yang digunakan oleh kebanyakan warga muslim Malaysia. (Warga Muslim Malaysia baju kantor nya setiap hari adalah baju kurung lengkap dengan kerudung). Di Tanjung Pinang (Kepri) nampaknya ada yang berkerudung ada pula yang tak berkerudung. Untuk kaum pria menggunakan baju melayu lengkap dg &#8216;samping&#8217; (orang malaysia menyebutnya samping, untuk pelengkap baju melayu laki-laki)<br />
Saat itu sempat pula saya mendengarkan pembicaraan mereka yang berkisah dan sedang merencanakan untuk berlibur ke Johor dan Kuala Lumpur. Tentu untuk penduduk kepualauan Riau ini Johor dan Kuala lumpur tempat yang lumayan dekat disbanding ke daerah lain.<br />
Ketika saya mencoba makanan di Tanjung Bintan dan di Pulau Penyengat sama dengan yang saya temui di Malaysia. Anak saya yang kangen berat dengan otak2 versi jakarta (muara karang) begitu antusias untuk membeli makanan yang berbahan dasar dari ikan itu. Tetapi ternyata setelah dibuka berwarna merah dan rasanya mirip dengan yang sering kita temui di Melaka Malaysia. Begitu juga ketika kita memesan minuman teh , jika kita tak bilang teh O kita akan diberi teh manis. Dan saat saya sedang menikmati teh panas saya melihat teko air untuk pencuci tangan seperti yang sering saya lihat di Malaysia.<br />
Logat bahasa yang digunakan pemilik warung dan masyarakat sekitar agak mirip mirip dengan logat bahasa melayu warga Malaysia. Ada beberapa kosa kata yang digunakan oleh warga Malaysia padahal jarang digunakan oleh warga Indonesia seperti kata “laju” yang berarti “cepat”dalam bahasa Indonesia. Akan tetapi kosa kata serapan dalam bahasa Inggris yang digunakan oleh warga Malaysia seperti kata “tuisyen” (tution) mereka menggunakan kata “les”</p>
<p>Dengan menggunakan Mobet (motor Becak) kita mengelilingi P. Penyengat. Pertama yang kita kunjungi makam Raja Ali Haji yang sebagian orang mengatakan lahir di Selangor(di wilayah Malaysia) tapi sebagian orang menyatakan Pujangga yang tersohor dengan gurindam dua belas ini lahir di Pulau Penyengat.<br />
Gurindam dua belas adalah hasil karya sastra Melayu yang mempunyai makna yang sangat dalam dan bisa kita jadikan pedoman.<br />
GURINDAAM PASAL YANG PERTAMA</p>
<p>Barang siapa tiada memegang agama<br />
Segala-gala tiada boleh dibilang nama</p>
<p>Barang siapa mengenal yang empat<br />
Maka yaitulah orang yang ma&#8217;rifat</p>
<p>Barang siapa mengenal Allah<br />
Suruh dan tegaknya tiada ia menyalah</p>
<p>Barang siapa mengenal diri<br />
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri</p>
<p>Barang siapa mengenal dunia<br />
Tahulah ia barang yang terpedaya</p>
<p>Barang siapa mengenal akhirat<br />
Tahulah ia dunia mudharat<br />
Setelah itu kami kami menziarahi makam Raja Jaafar Bangunan makam yang indah terbuat dari beton dengan pilar pilar dan atap berkubah kecil , mulanya saya kira itu masjid, dam dikelilingi pagar tembok. Melalui pintu samping kita berjalan kearah dimana istana pernah berdiri. Sekarang hanya dapat dilihat pintu gerbang Istana yang kokoh karena istananya sudah dihancurkan atas perintah Sultan dan pengikutnya untuk meruntuhkan bangunan untuk menghindarkan milik mereka jatuh ketangan Belanda.<br />
.<br />
Kemudian kita ke Balai Adat indera Perkasa adat istiadat dan agama islam dan kebudayaan melayu itu dipamerkan pelaminan yang mirip dengan pelaminan yang pernak pernik serta warna dan dilengkapai payung kuning seperti pelaminan dari Minangkabau hanya yang membedakan adalah bentuk dari Banta Gadang nya.</p>
<p>Sebelum kembali ke Tanjung Pinang suami sholat Jum&#8217;at di Masjid Sultan Riau atau sering disebut juga Masjid Pulau Penyengat. yang dibangun secara gotong royong di th 1832. Diriwayatkan pembangunan masjid ini menggunakan campuran putih telur sehingga kadang banyak juga yang menyebut Masjid Putih Telur.<br />
Selepas dari Pulau Penyengat kami ke Tanjung Pinang, yang disebut Kota Gurindan dan memiliki tugu peringatan Gurindam untuk melanjutkan kembali ke Batam. Saya menyusuri pinggir laut yang sudah ditata dengan apik mengingatkan pinggiran patai Gurney di Penang hanya disini di depan laut bukan lah Mall tapi gedung gedung perkantoran dan ada restoran Sederhana serta ada tugu Gurindam.<br />
Dekat dengan Batam dan Singapura memang menjadi daya tarik tersendiri dari pulau ini. Tapi sejatinya, pulau ini sendiri memiliki banyak daya pikat. Keindahan alam, salah satunya. Kemilau pasir putih, birunya air laut, dan rimbunnya pepohonan, merupakan perpaduan yang membuat Pulau Bintan begitu cantik.<br />
Kehadiran Pulau Bintan sebagai salah satu ikon pariwisata di Indonesia memang muncul belum lama. Sebelumnya, pemerintah lebih fokus untuk mengembangkan Pulau Batam sebagai sebuah kawasan Industri. Barulah pada 1991, pesona dan potensi wisata pulau yang terletak di bagian barat Pulau Batam ini mulai terkuak. Bekerja sama dengan pemerintah Singapura, pemerintah Indonesia membangun sebuah kawasan wisata khusus yang berstandar internasional. Pada 1996, kawasan wisata ini pun secara resmi dibuka. Bintan Resorts, demikian namanya.<br />
Pengelola Bintan Resorts mengubah lahan seluas 23 ribu hektare menjadi surga bagi wisatawan. Berbagai potensi pariwisata yang terhampar di kawasan ini dikelola dengan sangat baik.<br />
Pengelola membangun sedikitnya tujuh resort dengan berbagai fasilitas berbeda. Di Angsana Resort misalnya, terdapat fasilitas golf, olahraga air, dan spa. Sedangkan di Banyan Tree Bintan, tersedia vila-vila bernuansa alami. Tersedia pula beberapa fasilitas eksklusif semacam jacuzi dan kolam renang. Semua ini benar-benar membuat pelancong dimanjakan.<br />
Pulau Bintan bahasa Jawi</p>
<p>Pariwisata Pulau Bintan Provinsi Kepulauan Riau dipasarkan majalah Infinity Holidays sebagai bagian dari daerah tujuan wisata Singapura lewat berbagai biro perjalanan utama Australia.</p>
<p>Kantor Berita Antara di Brisbane, melaporkan bahwa majalah Infinity Holidays 2009: 10 Asia itu menjadi bagian dari sumber informasi wisata andalan biro-biro perjalanan, seperti Flight Center dan Student Flights.</p>
<p>Pulau Bintan—terletak sekitar 40 kilometer dari Singapura—dipasarkan sebagai daerah tujuan tambahan bagi para wisatawan mancanegara yang berlibur di negara kota tersebut.</p>
<p>Pariwisata bahari dan sejarah di pulau terbesar di gugusan pulau yang ada di Provinsi Kepulauan Riau itu dimasukkan sebagai satu dari 10 tempat atraktif bagi para wisatawan asing yang mengunjungi Singapura.</p>
<p>Di Bintan, para wisatawan tidak hanya disuguhi keindahan pantai pasir putih eksotis, air laut yang jernih, aneka warna batu karang laut, dan berbagai olahraga bahari, tetapi juga resor istirahat yang menawan.</p>
<p>Operator pariwisata Singapura menjual Bintan sebagai tempat berlibur yang tepat bagi para wisatawan yang mengunjungi berbagai daerah wisata Asia dengan kapal pesiar SuperStar.</p>
<p>Di areal resor wisata Pulau Bintan seluas 23.000 hektar itu setidaknya ada lima resor yang ditawarkan Singapura, yakni Mayang Sari, Nirwana Gardens, Bintan Lagoon, Angsana, dan Banyan Tree dengan tawaran harga menginap per malam 101-325 dollar Australia.</p>
<p>Sepanjang 2008, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI menargetkan 380.000 wisatawan Australia datang ke Indonesia, atau meningkat dibandingkan tahun 2007, yang tercatat berjumlah 314.432 orang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unilily.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unilily.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unilily.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unilily.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unilily.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unilily.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unilily.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unilily.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unilily.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unilily.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unilily.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unilily.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unilily.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unilily.wordpress.com/262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=262&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unilily.wordpress.com/2011/06/24/kepri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5627406954275fee8863b73e7b6e3df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unilily</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>One day trip to S&#8217;pore</title>
		<link>http://unilily.wordpress.com/2011/04/22/one-day-trip-to-spore/</link>
		<comments>http://unilily.wordpress.com/2011/04/22/one-day-trip-to-spore/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Apr 2011 16:58:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unilily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unilily.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Pagi pagi berangkat ke S&#8217;pore by bus.  Pada saat imigrasi suami agak tertahan nampaknya siy paspor nya gak bisa di scan, paspor nya sebenarnya siy sudah ganti setahun lalu cuma baru sekali ini lagi ke Singapore dg paspor tsb.  wah hal ini pernah terjadi pada saya beberapa bulan lalu saat saya tertahan di imigrasi. Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=197&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi pagi berangkat ke S&#8217;pore by bus.  Pada saat imigrasi suami agak tertahan nampaknya siy paspor nya gak bisa di scan, paspor nya sebenarnya siy sudah ganti setahun lalu cuma baru sekali ini lagi ke Singapore dg paspor tsb.  wah hal ini pernah terjadi pada saya beberapa bulan lalu saat saya tertahan di imigrasi.</p>
<p>Saya tak tahu alasan kenapa, tapi saat itu saya baru ganti paspor   saat di imigrasi saya dibawa ke ruangan. Ketika  itu ada orang cina yang sedang mengurus untuk masuk ke S&#8217;pore. Jadi saya harus menunggu urusan mereka selesai. setelah urusan orang cina itu selesai barulah saya yang ditanya2 mau kemana??&#8230;bawa uang berapa duntuk urusan apa ke S&#8217;pore  dan juga mereka minta id/ktp serta saya diambil sidik jari. Setelah urusan selesai yang cukup membuat saya worry n bertanya tanya sejak dibawa keruangan itu ada apa gerangan sehingga saya harus masuk ruangan itu sedangkan ponakan saya dari jkt lancar2 saja di imingrasi. Akibat nya dia  harus menunggu saya yang cukup lama sekali hingga saya ditinggal bis yang kami  naiki dari Melaka. Terpaksa melanjutkan dengan bis lain dan membayar sekitar dua dollar singapore.</p>
<p>Karena punya pengalaman pernah tertahan, jadi saya tak terlalu worry saat di imigrasi s&#8217;pore,  suami diajak ke ruangan dan saya menunggu di luar&#8230;menurut suami dia siy tak ditanya tanya hanya diminta sidik jari saja.</p>
<p>Seperti biasa karena terlalu lama kita ditinggal bis yang dari Melaka. Saat itu ada bis wisata yang nampaknya masih baru dengan tujuan ke Sentosa Island.  Kebetulan sekali memang tujuan saya ingin ke Universal Studio yang berada di Pulau yang dulu saya pernah kunjungi. Waktu itu saya untuk mencapai  Sentosa Island  dari Vivo City dengan menggunakan cable car yang lumayan cukup mahal. Jadi dengan naik bis ini lumayan bisa berhemat. Saya pikir bakalan macet naik bis karena di S&#8217;pore saya biasanya naik MRT, ternyata tidak juga. Kurang lebih setengah jam sampai pulau sentosa.</p>
<p>Tujuan saya adalah ke Universal Studio Singapore  yang baru  dibuka th 2009 dan merupakan univesal studio pertama di Asia Tenggara.  Sayang sekali ketika saya berkunjung kesana tiket yang harganya sekitar 400an ribu rupiah sold out jadi saya hanya foto foto di depan theme park yang telah menarik  sebanyak 2juta pengunjung selama 9bulan sejak pembukaan nya.</p>
<p>Akhirnya saya berkeliling di sekitar Sentosa Island yang pernah saya kunjungi untuk pertama kali di tahun 92, walau saya sudah beberpa kali kesana tetapi nampaknya setiap kali kesana tempat dan situasi nya sudah berubah dan berbeda, banyak objek yang menarik untuk difoto.</p>
<p>Saya sempat berfoto didepan patung Merlion dan tak masuk ke dalam yang yang pernah saya masuki ketika saya berkunjung dulu. Dari atas, dari mulut merlion raksasa kita bisa memandangi view singapore kesegala arah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unilily.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unilily.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unilily.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unilily.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unilily.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unilily.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unilily.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unilily.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unilily.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unilily.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unilily.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unilily.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unilily.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unilily.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=197&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unilily.wordpress.com/2011/04/22/one-day-trip-to-spore/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5627406954275fee8863b73e7b6e3df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unilily</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kedah</title>
		<link>http://unilily.wordpress.com/2011/04/21/kedah/</link>
		<comments>http://unilily.wordpress.com/2011/04/21/kedah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 09:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unilily</dc:creator>
				<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unilily.wordpress.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Suami workshop di USM Nibong Tebal Penang. Malas nyetir kita naik bis ke Parit Buntar Perak, kota perbatasan antara Nibong Tebal di Penang dan Kota Bharu Kedah. Diperjalanan kita makan siang di restoran/kedai kari Kepala Ikan untunglah boleh pesan kepala ikan tidak utuh karena yang makan hanya untuk sy sendiri. Malamnya Kita dijemput dari hotel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=245&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suami workshop di USM Nibong Tebal Penang. Malas nyetir kita naik bis ke Parit Buntar Perak, kota perbatasan antara Nibong Tebal di Penang dan Kota Bharu Kedah.</p>
<p><a href="http://unilily.files.wordpress.com/2011/04/ikan1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-254" title="ikan1" src="http://unilily.files.wordpress.com/2011/04/ikan1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Diperjalanan kita makan siang di restoran/kedai kari Kepala Ikan untunglah boleh pesan kepala ikan tidak utuh karena yang makan hanya untuk sy sendiri.</p>
<p><a href="http://unilily.files.wordpress.com/2011/04/ikan3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-255" title="ikan3" src="http://unilily.files.wordpress.com/2011/04/ikan3.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://unilily.files.wordpress.com/2011/04/ikan.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-256" title="ikan" src="http://unilily.files.wordpress.com/2011/04/ikan.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Malamnya Kita dijemput dari hotel Oleh Datuk dan Datin (Rektor beserta Istri dimana suami mengajar) yang kebetulan sedang berada di Kedah dan diajak makan di kedai langganan nya sambil berbincang2 berbagai hal.</p>
<p>Kemudian masih dilanjutkan berbincang dengan santai ke rumah Datuk dan Datin di Kedah dan pulangnya kami dihantar ke hotel. Ada perasaan gak enak juga sebetulnya telah merepotkan mereka. Tapi mereka sangat welcome dan baik hati bukan hanya basa basi, kebetulan juga saya cukup lama mengenal Datin di Organisasi.</p>
<p><a href="http://unilily.files.wordpress.com/2011/04/ikan2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-257" title="ikan2" src="http://unilily.files.wordpress.com/2011/04/ikan2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Pulangnya masih dikasih berbagai makanan khas Kedah. Sayang sekali esok nya Datin akan kembali ke Melaka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unilily.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unilily.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unilily.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unilily.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unilily.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unilily.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unilily.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unilily.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unilily.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unilily.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unilily.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unilily.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unilily.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unilily.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=245&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unilily.wordpress.com/2011/04/21/kedah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5627406954275fee8863b73e7b6e3df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unilily</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unilily.files.wordpress.com/2011/04/ikan1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ikan1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unilily.files.wordpress.com/2011/04/ikan3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ikan3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unilily.files.wordpress.com/2011/04/ikan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ikan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unilily.files.wordpress.com/2011/04/ikan2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ikan2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penang</title>
		<link>http://unilily.wordpress.com/2011/04/16/penang/</link>
		<comments>http://unilily.wordpress.com/2011/04/16/penang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 15:03:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unilily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unilily.wordpress.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Masih bercerita ttg perjalanan ke Penang (baca: pineng)…. “kok Penang terus siy gak bosen apah?..yang lain dong”…..mang belum jalan jalan ketempat lain?? udah siy aku travel dan menjelajahi dari ujung ke ujung….ujung utara Malaysia (Negeri Perlis) sampai Ujung Selatan nya (Negeri Johor)….tapi tengah2nya seperti Perak, Kelantan, Kedah belum terjelajahi….mudah2an sebelum balik for good ke Indonesia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=239&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih bercerita ttg perjalanan ke Penang (baca: pineng)….</p>
<p>“kok Penang terus siy gak bosen apah?..yang lain dong”…..mang belum jalan jalan ketempat lain??</p>
<p>udah siy aku travel dan menjelajahi dari ujung ke ujung….ujung utara Malaysia (Negeri Perlis) sampai Ujung Selatan nya (Negeri Johor)….tapi tengah2nya seperti Perak, Kelantan, Kedah belum terjelajahi….mudah2an sebelum balik for good ke Indonesia semua daerah di Malaysia sudah terjelajah…</p>
<p>Seperti kebanyakan jelajah Malaysia kali ini pun bukan perjalanan wisata. Suami ada meeting di kampus USM di Nibong Tebal Penang. Seperti biasa ikuuuutttt.</p>
<p>Parit Buntar berlokasi di utara Perak perbatasan dengan Penang dan Kedah. *Perak, Kedah dan Penang nama Negeri/state di Malaysia* dan kawan saya yang orang Malaysia lewat komen di blog saya mengatakan di Parit Buntar ini majoritinya adalah keturunan banjar yakni yang berasal dari Banjarmasin…sayang saya baru tau info ini setelah saya posting di blog jadi saya tak sempat mencari info lebih jauh saat saya disana.</p>
<p>Berangkat dari Melaka ke Parit Buntar dengan menggunakan bis malam antar negeri (kalau di indo namanya bis antar propinsi) . Sebenarnya Melaka -Parit Buntar ada bis langsung tapi karena kurang mencari informasi kita menaiki bis Melaka-Penang yang turun di Butterworth (kota di Penang).</p>
<p>Berangkat sekitar jam 9malam, bis beberapa kali berhenti di rest area yang ada disepanjang jalan tol. Rest Area ini selain dilengakapi dengan food court juga fasilitas kamar kecil yang banyak, ada shower untuk mandi pula dan surau yang dilengkapi mukena tentunya.</p>
<p>Tiba di Butterworth Penang sekitar jam 5pagi dan kita diturunkan dekat stasiun KTM (Kerte Api Tanah Melayu). Sebelum sholat subuh saya sempat tengok2 jadwal KA. Sayang sekali rel kereta api tidak sampai ke Melaka tapi hanya sampai ke KL. dan dari Kuala Lumpur atau Butterworth ini bisa menaiki KTM ini ke Selatan Thailand.</p>
<p>Setelah sholat subuh kita melanjutkan ke Parit Buntar mulanya kita hendak   naik taxy, tapi ternyata jarak Butterworth -Parit Buntar 30km dan taxy lumayan mahal dong untuk rute sejauh itu siy. Akhirnya kita naik Rapid Penang, bis kota Penang yang bersih, aman, nyaman dan ber ac kebetulan tak crowded pula.</p>
<p>Kita turun dari bis  di Nibong Tebal karena lokasi meeting my hubby di kampus USM  Nibong Tebal dan berencana akan mencari hotel dengan taxy di  sekitar situ. Tetapi supir taksi mengarahkan kami ke hotel Damai, hotel bintang tiga yang lumayan bersih, aman, nyaman dan ada fasilitas internet pula. Walau hotel Damai di Parit Buntar yang lokasinya di utara negeri Perak tetapi kota itu berbatasan dengan Nibong Tebal.</p>
<p>Setelah istirahat, mandi dan breakfast kita menjelajahi Parit Buntar dengan taxy  dan foto2 di   Taman Rekreasi pinggiran Sungai Kerian.</p>
<p>Setelah puas bernarsis ria kita membeli keperluan kecil, beli buah dll  di shopping centre nya.  Malam nya kami istirahat sambil  suami mempersiapkan segala sesuatu untuk meeting esoknya dan saya mempersiapkan untuk besok  akan ke Penang berjumpa   seorang teman Indonesia, Linda  yang menikah dengan warga Malaysia dan sudah lama menetap di Penang dan saya sudah lama mengenal nya lewat dunia maya/internet.</p>
<p>Dari Parit Buntar ke Penang lewat tol memakan waktu sekitar 45menit, menggunakan bis antar kota yang tidak crowded dan ber ac. Tiba di Butterworth Penang saya berjumpa dg Linda, mobil nya sedang masuk bengkel jadi dia mau mengantarkan saya jalan-jalan di Penang  dengan kend umum.</p>
<p>Di Malaysia walau kend umum cukup memadai, bersih, aman nyaman dan ber ac tetapi kalangan menengah keatas jarang menggunakan kend umum.  Kabarnya  harga mobil relatif murah dan boleh membeli dengan cicilan ringan dan bunga bank yang kecil, sehingga banyak dari mereka memiliki mobil pribadi.</p>
<p>Itulah sebabnya  Linda pun terheran heran kenapa saya lebih  suka ber bis-ria ke Penang, ” <em>kenapa tak bawa mobil saja katanya</em>”   “<em>siapa pula yang kuat bawa mobil yang beratnya mungkin satu  ton  itu” jawabku ngasal…heheh</em></p>
<p>Sebenarnya mengendarai mobil ke Penang atau naik bis ke Penang ada plus minus nya. Jika naik bis kita nyaman tinggal tidur akan tetapi kalau kita mengendarai mobil pun ada kelebihan nya pula.</p>
<p>Kembali ke laptop…eh ke Penang.  Kita  menaiki Ferry yang setiap 15 menit siap membawa penumpang ke   Pulau yang ada di Penang. (Penang , Negeri yang terdiri dari Pulau dan Daratan).  Sesampai di Pulau, Perjalanan dilanjutkan dengan bis Rapid Penang, bis nya bersih aman dan ber ac tapi agak   crowded (maklum bis kota)  dan sedikit terasa tidak nyaman untunglah perjalanan menuju Penang Hill  tak terlalu jauh hanya 6km dari pusat kot George Town Penang Island .</p>
<p>Penang Hill,  bukit yang tingginya 830m dari permukaan laut udaranya yang sejuk dan melihat panorama yang indah dari atas kesekeliling pulau dan dapat melihat pula daratan Penang.  Melihat view laut dari puncak bukit tentu berbeda dengan memandang dari pantai.   Jembatan yang menghubungkan Penang daratan dan Pulau pun dapat terlihat secara menyeluruh.  Jembatan ini  termasuk salah satu  jembatan terpanjang di Asia tenggara dan termasuk 10 jembatan terpanjang yang ada di dunia.</p>
<p>Di puncak  bukit yang disebut juga Bukit Bendera saya  sempat pula  makan laksa Penang di Food Court nya   tetapi menurut saya  rasanya lebih nikmat laksa Penang yang di Ampang Point Kuala Lumpur. Disana   juga ada taman  ada penginapan  ada kuil Hindu dan ada Masjid, saya sempat sholat disini sementara Linda yang non muslim menantikan  saya sholat dengan sabarnya…terima kasih Linda.</p>
<p>untuk mencapai puncak bukit itu kita mengendarai kereta yang mendaki keatas dan terlihat terjal sebenarnya saya sempat ciut juga tapi yah dicoba sajalah semoga selamat sambil berdoa dan rasanya memang punya sensasi tersendiri mengendarai kereta ini.</p>
<p>Setelah istirahat, mandi dan breakfast kita menjelajahi Parit Buntar dengan taxy  dan foto2 di   Taman Rekreasi pinggiran Sungai Kerian.</p>
<p>Setelah puas bernarsis ria kita membeli keperluan kecil, beli buah dll  di shopping centre nya.  Malam nya kami istirahat sambil  suami mempersiapkan segala sesuatu untuk meeting esoknya dan saya mempersiapkan untuk besok  akan ke Penang berjumpa   seorang teman Indonesia, Linda  yang menikah dengan warga Malaysia dan sudah lama menetap di Penang dan saya sudah lama mengenal nya lewat dunia maya/internet.</p>
<p>Dari Parit Buntar ke Penang lewat tol memakan waktu sekitar 45menit, menggunakan bis antar kota yang tidak crowded dan ber ac. Tiba di Butterworth Penang saya berjumpa dg Linda, mobil nya sedang masuk bengkel jadi dia mau mengantarkan saya jalan-jalan di Penang  dengan kend umum.</p>
<p>Di Malaysia walau kend umum cukup memadai, bersih, aman nyaman dan ber ac tetapi kalangan menengah keatas jarang menggunakan kend umum.  Kabarnya  harga mobil relatif murah dan boleh membeli dengan cicilan ringan dan bunga bank yang kecil, sehingga banyak dari mereka memiliki mobil pribadi.</p>
<p>Itulah sebabnya  Linda pun terheran heran kenapa saya lebih  suka ber bis-ria ke Penang, ” <em>kenapa tak bawa mobil saja katanya</em>”   “<em>siapa pula yang kuat bawa mobil yang beratnya mungkin satu  ton  itu” jawabku ngasal…heheh</em></p>
<p>Sebenarnya mengendarai mobil ke Penang atau naik bis ke Penang ada plus minus nya. Jika naik bis kita nyaman tinggal tidur akan tetapi kalau kita mengendarai mobil pun ada kelebihan nya pula.</p>
<p>Kembali ke laptop…eh ke Penang.  Kita  menaiki Ferry yang setiap 15 menit siap membawa penumpang ke   Pulau yang ada di Penang. (Penang , Negeri yang terdiri dari Pulau dan Daratan).  Sesampai di Pulau, Perjalanan dilanjutkan dengan bis Rapid Penang, bis nya bersih aman dan ber ac tapi agak   crowded (maklum bis kota)  dan sedikit terasa tidak nyaman untunglah perjalanan menuju Penang Hill  tak terlalu jauh hanya 6km dari pusat kot George Town Penang Island .</p>
<p>Penang Hill,  bukit yang tingginya 830m dari permukaan laut udaranya yang sejuk dan melihat panorama yang indah dari atas kesekeliling pulau dan dapat melihat pula daratan Penang.  Melihat view laut dari puncak bukit tentu berbeda dengan memandang dari pantai.   Jembatan yang menghubungkan Penang daratan dan Pulau pun dapat terlihat secara menyeluruh.  Jembatan ini  termasuk salah satu  jembatan terpanjang di Asia tenggara dan termasuk 10 jembatan terpanjang yang ada di dunia.</p>
<p>Di puncak  bukit yang disebut juga Bukit Bendera saya  sempat pula  makan laksa Penang di Food Court nya   tetapi menurut saya  rasanya lebih nikmat laksa Penang yang di Ampang Point Kuala Lumpur. Disana   juga ada taman  ada penginapan  ada kuil Hindu dan ada Masjid, saya sempat sholat disini sementara Linda yang non muslim menantikan  saya sholat dengan sabarnya…terima kasih Linda.</p>
<p>untuk mencapai puncak bukit itu kita mengendarai kereta yang mendaki keatas dan terlihat terjal sebenarnya saya sempat ciut juga tapi yah dicoba sajalah semoga selamat sambil berdoa dan rasanya memang punya sensasi tersendiri mengendarai kereta ini.</p>
<p>Setelah istirahat, mandi dan breakfast kita menjelajahi Parit Buntar dengan taxy  dan foto2 di   Taman Rekreasi pinggiran Sungai Kerian.</p>
<p>Setelah puas bernarsis ria kita membeli keperluan kecil, beli buah dll  di shopping centre nya.  Malam nya kami istirahat sambil  suami mempersiapkan segala sesuatu untuk meeting esoknya dan saya mempersiapkan untuk besok  akan ke Penang berjumpa   seorang teman Indonesia, Linda  yang menikah dengan warga Malaysia dan sudah lama menetap di Penang dan saya sudah lama mengenal nya lewat dunia maya/internet.</p>
<p>Dari Parit Buntar ke Penang lewat tol memakan waktu sekitar 45menit, menggunakan bis antar kota yang tidak crowded dan ber ac. Tiba di Butterworth Penang saya berjumpa dg Linda, mobil nya sedang masuk bengkel jadi dia mau mengantarkan saya jalan-jalan di Penang  dengan kend umum.</p>
<p>Di Malaysia walau kend umum cukup memadai, bersih, aman nyaman dan ber ac tetapi kalangan menengah keatas jarang menggunakan kend umum.  Kabarnya  harga mobil relatif murah dan boleh membeli dengan cicilan ringan dan bunga bank yang kecil, sehingga banyak dari mereka memiliki mobil pribadi.</p>
<p>Itulah sebabnya  Linda pun terheran heran kenapa saya lebih  suka ber bis-ria ke Penang, ” <em>kenapa tak bawa mobil saja katanya</em>”   “<em>siapa pula yang kuat bawa mobil yang beratnya mungkin satu  ton  itu” jawabku ngasal…heheh</em></p>
<p>Sebenarnya mengendarai mobil ke Penang atau naik bis ke Penang ada plus minus nya. Jika naik bis kita nyaman tinggal tidur akan tetapi kalau kita mengendarai mobil pun ada kelebihan nya pula.</p>
<p>Kembali ke laptop…eh ke Penang.  Kita  menaiki Ferry yang setiap 15 menit siap membawa penumpang ke   Pulau yang ada di Penang. (Penang , Negeri yang terdiri dari Pulau dan Daratan).  Sesampai di Pulau, Perjalanan dilanjutkan dengan bis Rapid Penang, bis nya bersih aman dan ber ac tapi agak   crowded (maklum bis kota)  dan sedikit terasa tidak nyaman untunglah perjalanan menuju Penang Hill  tak terlalu jauh hanya 6km dari pusat kot George Town Penang Island .</p>
<p>Penang Hill,  bukit yang tingginya 830m dari permukaan laut udaranya yang sejuk dan melihat panorama yang indah dari atas kesekeliling pulau dan dapat melihat pula daratan Penang.  Melihat view laut dari puncak bukit tentu berbeda dengan memandang dari pantai.   Jembatan yang menghubungkan Penang daratan dan Pulau pun dapat terlihat secara menyeluruh.  Jembatan ini  termasuk salah satu  jembatan terpanjang di Asia tenggara dan termasuk 10 jembatan terpanjang yang ada di dunia.</p>
<p>Di puncak  bukit yang disebut juga Bukit Bendera saya  sempat pula  makan laksa Penang di Food Court nya   tetapi menurut saya  rasanya lebih nikmat laksa Penang yang di Ampang Point Kuala Lumpur. Disana   juga ada taman  ada penginapan  ada kuil Hindu dan ada Masjid, saya sempat sholat disini sementara Linda yang non muslim menantikan  saya sholat dengan sabarnya…terima kasih Linda.</p>
<p>untuk mencapai puncak bukit itu kita mengendarai kereta yang mendaki keatas dan terlihat terjal sebenarnya saya sempat ciut juga tapi yah dicoba sajalah semoga selamat sambil berdoa dan rasanya memang punya sensasi tersendiri mengendarai kereta ini.</p>
<p>foto koleksi pribadi…..kecuali yang diambil dari internet</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unilily.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unilily.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unilily.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unilily.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unilily.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unilily.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unilily.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unilily.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unilily.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unilily.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unilily.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unilily.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unilily.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unilily.wordpress.com/239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=239&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unilily.wordpress.com/2011/04/16/penang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5627406954275fee8863b73e7b6e3df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unilily</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasi Ayam Hailam</title>
		<link>http://unilily.wordpress.com/2011/04/16/nasi-ayam-hailam/</link>
		<comments>http://unilily.wordpress.com/2011/04/16/nasi-ayam-hailam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 14:53:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unilily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unilily.wordpress.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Selepas kopdar dengan Kompasianer MY di KLCC minggu lalu, saya bersama keluarga ke Bukit Bintang, daerah yang di penuhi oleh shopping complex , restoran, hotel berbintang serta tempat hiburan lainnya . Hampir semua wisatawan pasti mengunjungi lokasi yang identik dengan Orchard Road di Singapore. Sebelum balik ke Melaka kita di traktir makan oleh my son [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=223&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selepas kopdar dengan Kompasianer MY di KLCC minggu lalu, saya bersama keluarga ke Bukit Bintang, daerah yang di penuhi oleh shopping complex , restoran, hotel berbintang serta tempat hiburan lainnya . Hampir semua wisatawan pasti mengunjungi lokasi yang identik dengan Orchard Road di Singapore.</p>
<p>Sebelum balik ke Melaka kita di traktir makan oleh my son yang tengah Magang di KL. Dia baru gajian katanya. Pilihan nya adalah Nasi ayam Hailam.</p>
<p>Nasi Ayam Hailam di resto Nasi Ayam Chee Meng adalah salah satu resto China yang ada logo halal. Kebanyakan Resto China menyajikan makanan Non Halal. Ada juga yang menuliskan di depan restonya “Non Halal” kadang teman dari Indo tak jeli langsung masuk resto China. Pelayan resto dengan segera akan memberitahukan makanan di resto itu non halal dan tak akan melayani jika kita menunjukan identitas keislaman kita (berkerudung untuk wanita) atau bertampang melayu.</p>
<p>Pengalaman salah seorang teman ingin membeli duck pecking yang non halal. Karena tampang nya seperti melayu sehingga dikira muslim tadinya penjual nya tak mau melayani, setelah diberitahu dia adalah orang Indonesia dan non muslim barulah dilayani pesanan nya.</p>
<p>Nasi Ayam Hailam, Ayam yang di goreng dan diberi bumbu2 serta kecap dan dihidangkan bersama nasi yang juga sudah berbumbu jahe dan bawang putih dengan rasa yang khas.</p>
<p>Kerabu Mangga, Irisan mangga tipis dimasak dg  bumbu dan ditambahkan kacang tanah dan teri yang tak terlalu asin, walau mangga muda tapi tak terasa asam….terasa segarrrr…</p>
<p>Wantan mie, jenis mie yang namanya wantan dan dimasak tak jauh beda dg  mie goreng tapi tak terlalu kering.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unilily.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unilily.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unilily.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unilily.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unilily.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unilily.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unilily.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unilily.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unilily.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unilily.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unilily.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unilily.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unilily.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unilily.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=223&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unilily.wordpress.com/2011/04/16/nasi-ayam-hailam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5627406954275fee8863b73e7b6e3df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unilily</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>His Story</title>
		<link>http://unilily.wordpress.com/2011/02/05/cerita/</link>
		<comments>http://unilily.wordpress.com/2011/02/05/cerita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Feb 2011 14:37:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unilily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unilily.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[http://dryuliskandar.wordpress.com/2011/02/05/di-rawat-di-rspad/ Tanggal persisnya tidak tahu pasti, mungkin tanggal 13 Juni, tapi jelas setelah bulan Januari 1974, Sebab saat itu kami bertemu dengan Dr. Hariman Siregar, yang sedang ‘sakit’ setelah peristiwa malari 1974 dan dirawat di RSPAD dan satu ruangan dengan ayah saya Sutan Iskandar. RSPAD sekarang&#8230;..foto dari sini : Dari tanggal 13 Juni 1974 sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=224&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>http://dryuliskandar.wordpress.com/2011/02/05/di-rawat-di-rspad/</p>
<p>Tanggal persisnya  tidak tahu pasti, mungkin  tanggal 13 Juni,  tapi  jelas  setelah bulan Januari 1974, Sebab saat itu kami bertemu dengan  Dr. Hariman Siregar, yang sedang ‘sakit’  setelah peristiwa malari 1974   dan dirawat di RSPAD dan satu ruangan  dengan ayah saya Sutan Iskandar.</p>
<p><a href="http://unilily.files.wordpress.com/2011/02/rspad.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-225" title="rspad" src="http://unilily.files.wordpress.com/2011/02/rspad.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>RSPAD sekarang&#8230;..<a href="http://www.google.com.my/imglanding?imgurl=http://1.bp.blogspot.com/_uKJ8mMx2KDI/TFqTsbeDFJI/AAAAAAAAAEE/FrQYNQC-_NA/s1600/RSPAD%2BgAtOt%2BsOebROtO.jpg&amp;imgrefurl=http://yooghie.blogspot.com/&amp;h=960&amp;w=1280&amp;sz=168&amp;tbnid=2LTuSqGFQZLX6M:&amp;tbnh=113&amp;tbnw=150&amp;prev=/images%3Fq%3DRSPAD%2Bimages&amp;zoom=1&amp;q=RSPAD+images&amp;usg=__lkEvTKdzWtBQP8Ud3RL06OAgG1E%3D&amp;sa=X&amp;ei=-11NTYOaCMnQrQfMvezaBg&amp;ved=0CCMQ9QEwAg">foto dari sini : </a></p>
<p>Dari tanggal  13 Juni 1974  sampai  23 Desember 1974  Sutan Iskandar  dirawat dirumah sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD).  Anaknya  penulis  tulisan ini  (Dr. Yul Iskandar) menuliskan  apa yang dikatakan oleh   Sutan Iskandar  selama dia dirawat  di RSPAD, sampai meninggalnya  Sutan  Iskandar pada  tanggal 23 Desember 1974.  Hal ini dilakukan oleh Dr.Y  yang praktek sore di Jl. Biak, dan pulang ke Jl. Tegalan (Rumah mertua),  tapi mampir dahulu sore-mendekati malam, sampai pukul 10 atau 11 malam  di RSPAD.</p>
<p>Penulisan  ini  berdasarkan  buku yang pernah ditulis oleh Sutan  Iskandar sendiri (diberinya  judul 25 tahun sebagai pegawai PTT )   ditambah cerita Sutan Iskandar (His Story) yang menurut Sutan Iskandar   penulisan buku itu pada saat itu (th 1953)  banyak hal yang belum  diungkapkan,  karena  saatnya belum tepat.</p>
<p>Ketika itu dia masih aktif menjadi pegawai negeri, dengan pangkat   rendah, tidak pantas untuk mengatakan bahwa dia teman atau kenal dengan  Sukarno, Hatta, Syahrir, Yamin, Lie Kuan Yew dll  tokoh yang pada waktu  masih berkuasa dan terkenal. Pada saat ini 1974, situasi telah berubah,   Belanda sudah lama meninggalkan Indonesia, Sukarno, Hatta,  Syahrir   sudah tak berkuasa lagi.</p>
<p><a href="http://unilily.files.wordpress.com/2011/02/lee-kuan-yew.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-233" title="Lee Kuan Yew" src="http://unilily.files.wordpress.com/2011/02/lee-kuan-yew.jpg?w=293&#038;h=300" alt="" width="293" height="300" /></a></p>
<p>foto dari sini : <a href="http://dinmerican.wordpress.com/2010/09/11/days-of-reflection-for-mm-lee-kuan-yew/">Lee Kuan Yeaw&#8230;.</a></p>
<p>Minister Mentor Lee Kuan Yew of Singapore</p>
<p>Lagi pula  Sutan Iskandar  tahu bahwa  umurnya  tidak akan panjang lagi,  paling paling seminggu, sebulan, setahun   atau paling lama 5 tahun lagi  dia masih bisa hidup.  Dia tahu dia  menderita tumor ganas di usus besar, tetapi untungnya  kanker itu tidak  menyakitkan,  dan buang air dibuat lubang di badan.</p>
<p>Dia menceritakan  cerita ini,  untuk  lebih  membuat horizon dan  cakrawala yang luas dari sudut pandang penderita bukan sudut pandang  pelaku sejarah,  dan lebih objektif  untuk menilai suatu masa, zaman   awal penjajahan Belanda modern (1900-1915),  zaman  penjajahan Belanda   otoriter ( 1916- 1930), zaman penjajahan Belanda sangat otoriter dan  paranoid  (1931-1942), zaman  penjajahan Jepang (1942-1945), zaman  perebutan kekuasaan dari Belanda ke RI  (1945-1950)- zaman Sukarno awal  (1950-1959),  zaman Sukarno akhir (1959-1966),  Zaman Suharto awal  (1967- 1974)  dimana  dia hidup berdasarkan  pengalaman  yang dia  rasakan sebagai korban  keadaan, bukan pelaku sejarah.   Karena  buku   ini tidak berpretensi untuk menjadi buku sejarah hystory of Indonesia,  atau  auto biographi  ataupun memoar,  tetapi hanya suatu His  Story  of  Sutan Iskandar  maka  penulis hanya  menuliskan apa yang dikatakannya,  tanpa perlu untuk mencek kebenarannya.</p>
<p>Waktu penulis  ingin menulis tentang Sutan Iskandar,  beberapa orang  bertanya pada penulis  apakah Sutan Iskandar  bekas presiden atau bekas  perdana menteri atau menteri, jawabannya bukan, apakah dia  bekas  jenderal atau pemimpin partai jawabannya juga bukan.Dia hanya pegawai   pos biasa.  Jadi mengapa  anda menulis tentang dia, karena dia  adalah   orang  biasa, orang tua penulis, dan korban dari keadaan. Dia tak pernah  berbuat apa-apa untuk merubah keadaan, tetapi dia menerima keadaan  dengan apa adanya tanpa berontak, rasa salah atau menyesal atas segala  yang telah terjadi padanya. Dia mengatakan akan melalui jalan ini juga  bila diberi jalan kedua, penulis mengatakan cukuplah satu kali saja  menjadi Sisipus yang mendorong batu ke puncak Gunung Olympia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Sutan Iskandar  ibunya bercerita bahwa  dia dilahirkan di  Pariaman tanggal 7 Februari 1901. Ibunya  ingat benar bahwa  hari  kelahiran Sutan Iskandar  bersamaan dengan  hari perkawinan Ratu  Wilhelmina (Nama lengkapnya yang tertulis dalam pamplet perayaan  perkawinan adalah  Wilhelmina Helena Pauline Maria),</p>
<p><a href="http://unilily.files.wordpress.com/2011/02/queen-wihelmina-in-the-18901.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-227" title="queen wihelmina in the 1890" src="http://unilily.files.wordpress.com/2011/02/queen-wihelmina-in-the-18901.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p>Queen Wilhelmina in the 1890s <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wilhelmina_of_the_Netherlands">(foto dari Wikepedia)</a></p>
<p>Menurut Sutan Iskandar  ibunya bercerita bahwa  dia dilahirkan di  Pariaman tanggal 7 Februari 1901. Ibunya  ingat benar bahwa  hari  kelahiran Sutan Iskandar  bersamaan dengan  hari perkawinan Ratu  Wilhelmina</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unilily.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unilily.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unilily.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unilily.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unilily.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unilily.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unilily.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unilily.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unilily.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unilily.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unilily.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unilily.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unilily.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unilily.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=224&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unilily.wordpress.com/2011/02/05/cerita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5627406954275fee8863b73e7b6e3df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unilily</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unilily.files.wordpress.com/2011/02/rspad.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rspad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unilily.files.wordpress.com/2011/02/lee-kuan-yew.jpg?w=293" medium="image">
			<media:title type="html">Lee Kuan Yew</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unilily.files.wordpress.com/2011/02/queen-wihelmina-in-the-18901.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">queen wihelmina in the 1890</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikan Pari</title>
		<link>http://unilily.wordpress.com/2011/01/22/ikan-pari/</link>
		<comments>http://unilily.wordpress.com/2011/01/22/ikan-pari/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Jan 2011 14:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unilily</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliner di Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unilily.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum pindah ke Malaysia (6th yl) saya tidak pernah melihat ikan pari di jual di pasar-pasar maupun di supermarket di Jakarta.  Di Malaysia banyak sekali saya temui di pasar maupun di supermarket. Biasanya ikan ini dimasak Asam pedas dan di bakar. Saya suka sekali ikan ini yang rasanya agak berbeda dengan ikan biasa dan tulang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=199&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum pindah ke Malaysia (6th yl) saya tidak pernah melihat ikan pari di jual di pasar-pasar maupun di supermarket di Jakarta.  Di Malaysia banyak sekali saya temui di pasar maupun di supermarket. Biasanya ikan ini dimasak Asam pedas dan di bakar. Saya suka sekali ikan ini yang rasanya agak berbeda dengan ikan biasa dan tulang nya pun terasa seperti tulang rawan..kriuk &#8230;kriuk.</p>
<p>Menurut wikepedia Jenis ikan ini ada yang hidup di laut dan ada yang hidup di air tawar.  Nampaknya yang hidup dilaut ukuran nya sangat besar ketimbang yang sering saya temui di pasar yang mungkin jenis yang hidup di air tawar.</p>

<a href='http://unilily.wordpress.com/2011/01/22/ikan-pari/ikan/' title='ikan bakar'><img data-attachment-id='200' data-orig-size='604,453' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://unilily.files.wordpress.com/2011/01/ikan.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="Ikan Bakar" title="ikan bakar" /></a>
<a href='http://unilily.wordpress.com/2011/01/22/ikan-pari/ikan-1/' title='ikan 1'><img data-attachment-id='201' data-orig-size='604,453' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://unilily.files.wordpress.com/2011/01/ikan-1.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="Ikan Pari Bakar siap santap" title="ikan 1" /></a>
<a href='http://unilily.wordpress.com/2011/01/22/ikan-pari/ikan-pari/' title='Ikan pari'><img data-attachment-id='202' data-orig-size='318,208' data-liked='0'width="150" height="98" src="http://unilily.files.wordpress.com/2011/01/ikan-pari.jpg?w=150&#038;h=98" class="attachment-thumbnail" alt="foto dari sini: http://biologikini.files.wordpress.com/2009/04/pari_manta.jpg" title="Ikan pari" /></a>

<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unilily.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unilily.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unilily.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unilily.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unilily.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unilily.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unilily.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unilily.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unilily.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unilily.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unilily.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unilily.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unilily.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unilily.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=199&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unilily.wordpress.com/2011/01/22/ikan-pari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5627406954275fee8863b73e7b6e3df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unilily</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unilily.files.wordpress.com/2011/01/ikan.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ikan bakar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unilily.files.wordpress.com/2011/01/ikan-1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ikan 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unilily.files.wordpress.com/2011/01/ikan-pari.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Ikan pari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2010 in review</title>
		<link>http://unilily.wordpress.com/2011/01/04/2010-in-review/</link>
		<comments>http://unilily.wordpress.com/2011/01/04/2010-in-review/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2011 05:07:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unilily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unilily.wordpress.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here&#8217;s a high level summary of its overall blog health: The Blog-Health-o-Meter™ reads This blog is doing awesome!. Crunchy numbers A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 2,700 times in 2010. That&#8217;s about [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=194&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here&#8217;s a high level summary of its overall blog health:</p>
<p><img style="border:1px solid #ddd;background:#f5f5f5;padding:20px;" src="http://s0.wp.com/i/annual-recap/meter-healthy2.gif" alt="Healthy blog!" width="250" height="183" /></p>
<p>The <em>Blog-Health-o-Meter™</em> reads This blog is doing awesome!.</p>
<h2>Crunchy numbers</h2>
<p><a href="http://unilily.files.wordpress.com/2008/08/ariel11.jpg"><img style="max-height:230px;float:right;border:1px solid #ddd;background:#fff;margin:0 0 1em 1em;padding:6px;" src="http://unilily.files.wordpress.com/2008/08/ariel11.jpg?w=288" alt="Featured image" /></a></p>
<p>A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers.  This blog was viewed about <strong>2,700</strong> times in 2010.  That&#8217;s about 6 full 747s.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>In 2010, there were <strong>2</strong> new posts, growing the total archive of this blog to 21 posts. There were <strong>10</strong> pictures uploaded, taking up a total of 895kb. That&#8217;s about a picture per month.</p>
<p>The busiest day of the year was November 20th with <strong>48</strong> views. The most popular post that day was <a style="color:#08c;" href="http://unilily.wordpress.com/2009/07/14/eye-on-malaysia/eye-on-malaysia2/">eye on malaysia2</a>.</p>
<h2>Where did they come from?</h2>
<p>The top referring sites in 2010 were <strong>multa2001.multiply.com</strong>, <strong>facebook.com</strong>, <strong>en.wordpress.com</strong>, <strong>rcstart.com</strong>, and <strong>rezekimurah.com</strong>.</p>
<p>Some visitors came searching, mostly for <strong>ariel peterpan</strong>, <strong>ayat-ayat cinta</strong>, <strong>ayat ayat cinta</strong>, <strong>laskar pelangi</strong>, and <strong>peterpan</strong>.</p>
<h2>Attractions in 2010</h2>
<p>These are the posts and pages that got the most views in 2010.</p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">1</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://unilily.wordpress.com/2008/08/21/38/">Cinta Ariel (Peterpan) Datang Lagi! </a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">August 2008</span><br />
15 comments</p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">2</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://unilily.wordpress.com/2008/05/16/film-ayat-ayat-cinta-beredar-di-malaysia/">Film Ayat Ayat Cinta Beredar di Malaysia</a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">May 2008</span><br />
1 comment</p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">3</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://unilily.wordpress.com/2008/05/01/nonton-ayat-ayat-cinta-launching-perdana-di-tgv-klcc-kuala-lumpur/">Nonton Ayat Ayat Cinta Bareng Carrissa Putri di TGV KLCC Kuala Lumpur</a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">May 2008</span><br />
4 comments</p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">4</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://unilily.wordpress.com/2008/04/27/laskar-pelangi/">Laskar Pelangi </a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">April 2008</span><br />
11 comments</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unilily.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unilily.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unilily.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unilily.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unilily.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unilily.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unilily.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unilily.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unilily.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unilily.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unilily.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unilily.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unilily.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unilily.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unilily.wordpress.com&amp;blog=1943493&amp;post=194&amp;subd=unilily&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unilily.wordpress.com/2011/01/04/2010-in-review/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5627406954275fee8863b73e7b6e3df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unilily</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s0.wp.com/i/annual-recap/meter-healthy2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Healthy blog!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unilily.files.wordpress.com/2008/08/ariel11.jpg?w=288" medium="image">
			<media:title type="html">Featured image</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
