Masih bercerita ttg perjalanan ke Penang (baca: pineng)….
“kok Penang terus siy gak bosen apah?..yang lain dong”…..mang belum jalan jalan ketempat lain??
udah siy aku travel dan menjelajahi dari ujung ke ujung….ujung utara Malaysia (Negeri Perlis) sampai Ujung Selatan nya (Negeri Johor)….tapi tengah2nya seperti Perak, Kelantan, Kedah belum terjelajahi….mudah2an sebelum balik for good ke Indonesia semua daerah di Malaysia sudah terjelajah…
Seperti kebanyakan jelajah Malaysia kali ini pun bukan perjalanan wisata. Suami ada meeting di kampus USM di Nibong Tebal Penang. Seperti biasa ikuuuutttt.
Parit Buntar berlokasi di utara Perak perbatasan dengan Penang dan Kedah. *Perak, Kedah dan Penang nama Negeri/state di Malaysia* dan kawan saya yang orang Malaysia lewat komen di blog saya mengatakan di Parit Buntar ini majoritinya adalah keturunan banjar yakni yang berasal dari Banjarmasin…sayang saya baru tau info ini setelah saya posting di blog jadi saya tak sempat mencari info lebih jauh saat saya disana.
Berangkat dari Melaka ke Parit Buntar dengan menggunakan bis malam antar negeri (kalau di indo namanya bis antar propinsi) . Sebenarnya Melaka -Parit Buntar ada bis langsung tapi karena kurang mencari informasi kita menaiki bis Melaka-Penang yang turun di Butterworth (kota di Penang).
Berangkat sekitar jam 9malam, bis beberapa kali berhenti di rest area yang ada disepanjang jalan tol. Rest Area ini selain dilengakapi dengan food court juga fasilitas kamar kecil yang banyak, ada shower untuk mandi pula dan surau yang dilengkapi mukena tentunya.
Tiba di Butterworth Penang sekitar jam 5pagi dan kita diturunkan dekat stasiun KTM (Kerte Api Tanah Melayu). Sebelum sholat subuh saya sempat tengok2 jadwal KA. Sayang sekali rel kereta api tidak sampai ke Melaka tapi hanya sampai ke KL. dan dari Kuala Lumpur atau Butterworth ini bisa menaiki KTM ini ke Selatan Thailand.
Setelah sholat subuh kita melanjutkan ke Parit Buntar mulanya kita hendak naik taxy, tapi ternyata jarak Butterworth -Parit Buntar 30km dan taxy lumayan mahal dong untuk rute sejauh itu siy. Akhirnya kita naik Rapid Penang, bis kota Penang yang bersih, aman, nyaman dan ber ac kebetulan tak crowded pula.
Kita turun dari bis di Nibong Tebal karena lokasi meeting my hubby di kampus USM Nibong Tebal dan berencana akan mencari hotel dengan taxy di sekitar situ. Tetapi supir taksi mengarahkan kami ke hotel Damai, hotel bintang tiga yang lumayan bersih, aman, nyaman dan ada fasilitas internet pula. Walau hotel Damai di Parit Buntar yang lokasinya di utara negeri Perak tetapi kota itu berbatasan dengan Nibong Tebal.
Setelah istirahat, mandi dan breakfast kita menjelajahi Parit Buntar dengan taxy dan foto2 di Taman Rekreasi pinggiran Sungai Kerian.
Setelah puas bernarsis ria kita membeli keperluan kecil, beli buah dll di shopping centre nya. Malam nya kami istirahat sambil suami mempersiapkan segala sesuatu untuk meeting esoknya dan saya mempersiapkan untuk besok akan ke Penang berjumpa seorang teman Indonesia, Linda yang menikah dengan warga Malaysia dan sudah lama menetap di Penang dan saya sudah lama mengenal nya lewat dunia maya/internet.
Dari Parit Buntar ke Penang lewat tol memakan waktu sekitar 45menit, menggunakan bis antar kota yang tidak crowded dan ber ac. Tiba di Butterworth Penang saya berjumpa dg Linda, mobil nya sedang masuk bengkel jadi dia mau mengantarkan saya jalan-jalan di Penang dengan kend umum.
Di Malaysia walau kend umum cukup memadai, bersih, aman nyaman dan ber ac tetapi kalangan menengah keatas jarang menggunakan kend umum. Kabarnya harga mobil relatif murah dan boleh membeli dengan cicilan ringan dan bunga bank yang kecil, sehingga banyak dari mereka memiliki mobil pribadi.
Itulah sebabnya Linda pun terheran heran kenapa saya lebih suka ber bis-ria ke Penang, ” kenapa tak bawa mobil saja katanya” “siapa pula yang kuat bawa mobil yang beratnya mungkin satu ton itu” jawabku ngasal…heheh
Sebenarnya mengendarai mobil ke Penang atau naik bis ke Penang ada plus minus nya. Jika naik bis kita nyaman tinggal tidur akan tetapi kalau kita mengendarai mobil pun ada kelebihan nya pula.
Kembali ke laptop…eh ke Penang. Kita menaiki Ferry yang setiap 15 menit siap membawa penumpang ke Pulau yang ada di Penang. (Penang , Negeri yang terdiri dari Pulau dan Daratan). Sesampai di Pulau, Perjalanan dilanjutkan dengan bis Rapid Penang, bis nya bersih aman dan ber ac tapi agak crowded (maklum bis kota) dan sedikit terasa tidak nyaman untunglah perjalanan menuju Penang Hill tak terlalu jauh hanya 6km dari pusat kot George Town Penang Island .
Penang Hill, bukit yang tingginya 830m dari permukaan laut udaranya yang sejuk dan melihat panorama yang indah dari atas kesekeliling pulau dan dapat melihat pula daratan Penang. Melihat view laut dari puncak bukit tentu berbeda dengan memandang dari pantai. Jembatan yang menghubungkan Penang daratan dan Pulau pun dapat terlihat secara menyeluruh. Jembatan ini termasuk salah satu jembatan terpanjang di Asia tenggara dan termasuk 10 jembatan terpanjang yang ada di dunia.
Di puncak bukit yang disebut juga Bukit Bendera saya sempat pula makan laksa Penang di Food Court nya tetapi menurut saya rasanya lebih nikmat laksa Penang yang di Ampang Point Kuala Lumpur. Disana juga ada taman ada penginapan ada kuil Hindu dan ada Masjid, saya sempat sholat disini sementara Linda yang non muslim menantikan saya sholat dengan sabarnya…terima kasih Linda.
untuk mencapai puncak bukit itu kita mengendarai kereta yang mendaki keatas dan terlihat terjal sebenarnya saya sempat ciut juga tapi yah dicoba sajalah semoga selamat sambil berdoa dan rasanya memang punya sensasi tersendiri mengendarai kereta ini.
Setelah istirahat, mandi dan breakfast kita menjelajahi Parit Buntar dengan taxy dan foto2 di Taman Rekreasi pinggiran Sungai Kerian.
Setelah puas bernarsis ria kita membeli keperluan kecil, beli buah dll di shopping centre nya. Malam nya kami istirahat sambil suami mempersiapkan segala sesuatu untuk meeting esoknya dan saya mempersiapkan untuk besok akan ke Penang berjumpa seorang teman Indonesia, Linda yang menikah dengan warga Malaysia dan sudah lama menetap di Penang dan saya sudah lama mengenal nya lewat dunia maya/internet.
Dari Parit Buntar ke Penang lewat tol memakan waktu sekitar 45menit, menggunakan bis antar kota yang tidak crowded dan ber ac. Tiba di Butterworth Penang saya berjumpa dg Linda, mobil nya sedang masuk bengkel jadi dia mau mengantarkan saya jalan-jalan di Penang dengan kend umum.
Di Malaysia walau kend umum cukup memadai, bersih, aman nyaman dan ber ac tetapi kalangan menengah keatas jarang menggunakan kend umum. Kabarnya harga mobil relatif murah dan boleh membeli dengan cicilan ringan dan bunga bank yang kecil, sehingga banyak dari mereka memiliki mobil pribadi.
Itulah sebabnya Linda pun terheran heran kenapa saya lebih suka ber bis-ria ke Penang, ” kenapa tak bawa mobil saja katanya” “siapa pula yang kuat bawa mobil yang beratnya mungkin satu ton itu” jawabku ngasal…heheh
Sebenarnya mengendarai mobil ke Penang atau naik bis ke Penang ada plus minus nya. Jika naik bis kita nyaman tinggal tidur akan tetapi kalau kita mengendarai mobil pun ada kelebihan nya pula.
Kembali ke laptop…eh ke Penang. Kita menaiki Ferry yang setiap 15 menit siap membawa penumpang ke Pulau yang ada di Penang. (Penang , Negeri yang terdiri dari Pulau dan Daratan). Sesampai di Pulau, Perjalanan dilanjutkan dengan bis Rapid Penang, bis nya bersih aman dan ber ac tapi agak crowded (maklum bis kota) dan sedikit terasa tidak nyaman untunglah perjalanan menuju Penang Hill tak terlalu jauh hanya 6km dari pusat kot George Town Penang Island .
Penang Hill, bukit yang tingginya 830m dari permukaan laut udaranya yang sejuk dan melihat panorama yang indah dari atas kesekeliling pulau dan dapat melihat pula daratan Penang. Melihat view laut dari puncak bukit tentu berbeda dengan memandang dari pantai. Jembatan yang menghubungkan Penang daratan dan Pulau pun dapat terlihat secara menyeluruh. Jembatan ini termasuk salah satu jembatan terpanjang di Asia tenggara dan termasuk 10 jembatan terpanjang yang ada di dunia.
Di puncak bukit yang disebut juga Bukit Bendera saya sempat pula makan laksa Penang di Food Court nya tetapi menurut saya rasanya lebih nikmat laksa Penang yang di Ampang Point Kuala Lumpur. Disana juga ada taman ada penginapan ada kuil Hindu dan ada Masjid, saya sempat sholat disini sementara Linda yang non muslim menantikan saya sholat dengan sabarnya…terima kasih Linda.
untuk mencapai puncak bukit itu kita mengendarai kereta yang mendaki keatas dan terlihat terjal sebenarnya saya sempat ciut juga tapi yah dicoba sajalah semoga selamat sambil berdoa dan rasanya memang punya sensasi tersendiri mengendarai kereta ini.
Setelah istirahat, mandi dan breakfast kita menjelajahi Parit Buntar dengan taxy dan foto2 di Taman Rekreasi pinggiran Sungai Kerian.
Setelah puas bernarsis ria kita membeli keperluan kecil, beli buah dll di shopping centre nya. Malam nya kami istirahat sambil suami mempersiapkan segala sesuatu untuk meeting esoknya dan saya mempersiapkan untuk besok akan ke Penang berjumpa seorang teman Indonesia, Linda yang menikah dengan warga Malaysia dan sudah lama menetap di Penang dan saya sudah lama mengenal nya lewat dunia maya/internet.
Dari Parit Buntar ke Penang lewat tol memakan waktu sekitar 45menit, menggunakan bis antar kota yang tidak crowded dan ber ac. Tiba di Butterworth Penang saya berjumpa dg Linda, mobil nya sedang masuk bengkel jadi dia mau mengantarkan saya jalan-jalan di Penang dengan kend umum.
Di Malaysia walau kend umum cukup memadai, bersih, aman nyaman dan ber ac tetapi kalangan menengah keatas jarang menggunakan kend umum. Kabarnya harga mobil relatif murah dan boleh membeli dengan cicilan ringan dan bunga bank yang kecil, sehingga banyak dari mereka memiliki mobil pribadi.
Itulah sebabnya Linda pun terheran heran kenapa saya lebih suka ber bis-ria ke Penang, ” kenapa tak bawa mobil saja katanya” “siapa pula yang kuat bawa mobil yang beratnya mungkin satu ton itu” jawabku ngasal…heheh
Sebenarnya mengendarai mobil ke Penang atau naik bis ke Penang ada plus minus nya. Jika naik bis kita nyaman tinggal tidur akan tetapi kalau kita mengendarai mobil pun ada kelebihan nya pula.
Kembali ke laptop…eh ke Penang. Kita menaiki Ferry yang setiap 15 menit siap membawa penumpang ke Pulau yang ada di Penang. (Penang , Negeri yang terdiri dari Pulau dan Daratan). Sesampai di Pulau, Perjalanan dilanjutkan dengan bis Rapid Penang, bis nya bersih aman dan ber ac tapi agak crowded (maklum bis kota) dan sedikit terasa tidak nyaman untunglah perjalanan menuju Penang Hill tak terlalu jauh hanya 6km dari pusat kot George Town Penang Island .
Penang Hill, bukit yang tingginya 830m dari permukaan laut udaranya yang sejuk dan melihat panorama yang indah dari atas kesekeliling pulau dan dapat melihat pula daratan Penang. Melihat view laut dari puncak bukit tentu berbeda dengan memandang dari pantai. Jembatan yang menghubungkan Penang daratan dan Pulau pun dapat terlihat secara menyeluruh. Jembatan ini termasuk salah satu jembatan terpanjang di Asia tenggara dan termasuk 10 jembatan terpanjang yang ada di dunia.
Di puncak bukit yang disebut juga Bukit Bendera saya sempat pula makan laksa Penang di Food Court nya tetapi menurut saya rasanya lebih nikmat laksa Penang yang di Ampang Point Kuala Lumpur. Disana juga ada taman ada penginapan ada kuil Hindu dan ada Masjid, saya sempat sholat disini sementara Linda yang non muslim menantikan saya sholat dengan sabarnya…terima kasih Linda.
untuk mencapai puncak bukit itu kita mengendarai kereta yang mendaki keatas dan terlihat terjal sebenarnya saya sempat ciut juga tapi yah dicoba sajalah semoga selamat sambil berdoa dan rasanya memang punya sensasi tersendiri mengendarai kereta ini.
foto koleksi pribadi…..kecuali yang diambil dari internet