
foto : lumbung padi di desa Sade
Lombok, Lokasi wisata yang diklaim sebagai sister of Bali, mulai banyak dikunjungi oleh turis domestik maupun mancanegara, walau nampaknya lebih populer bagi turis yang bukan orang Indonesia.
Infrastrukturnya sudah memadai. Dengan menggunakan pesawat dari bandara Ngurah Rai Bali selama 20 menit dengan pesawat yang cukup aman dan nyaman.
Walau perjalanan dengan pelayanan yang cukup memuaskan tetapi waktu tempuh nya relatif sebentar menjadikan harga tiket terasa mahal (sekitar 300rb rp sekali jalan, bandingkan dengan KLIA-jkt yang sekitar sejuta lebih dikit kalu naik KLM, bolak balik, harga promosi bukan peak season).
Di sepanjang jalan senggigi dengan banyaknya hotel hotel berbintang, resto, night life, pasar seni dan view laut serta pantai yang masih asri, bersih, luar biasa Indah dan mempesona membuat Senggigi dipenuhi oleh turis2 asing.
Suasana betul betul bukan seperti di pulau yang jauh nun disana. (kalu di jkt inget di Kemang cuma bedanya di Kemang gak ada pantai dan di Senggigi gak ada macet dan gak gak lainnya….yang sama night life dan banyak bule)
Karena liburan yang tidak direncanakan (kalu rencana biasana gak jadi2) kita tidak terlalu mudeng mau kemana selama di Lombok, so kita memasrahkan dan mempercayakan kepada tour guide private yang sudah dipesan dari Malaysia secara on line.
Selain menikmati situasi kota mataram kita menikmati indahnya pantai Senggigi serta Pantai yang memiliki nama sama dengan pantai di Bali yaitu pantai Kuta yang pasir pantai nya bulat bulat kecil bagai merica. My daughter, Monique membawa pasir itu untuk di koleksi dan kenang2an.
Kami sempat pula mengunjungi beberapa desa yang membuat kerajianan seperti tembikar, tenun ikat. Serta mengunjungi/cuci mata di toko yang menjual mutiara air tawar, air payau serta mutiara air laut.
Sayang ditempat tempat itu harga kerajinan yang ditawarkan terlalu tinggi. Katanya pemandu siy boleh menawar tapi aku malas tawar2an jadi gak minat lah untuk blanja blenji.
Untunglah sebelumnya aku sudah beli beli di Mall dan di pasar dengan harga yang reasonable, gak perlu banyak nawar. Emang gak banyak jg siy yang pengen di beli karena masih akan melanjutkan perjalanan dan stay di jakarta selama 10hari.
Kita melihat cara membuat kerajinan itu, malah monique ikutan membuat tembikar dari tanah leumpung……..
Kita juga dibawa ke desa Sade tempat tinggal suku sasak, suku asli orang Lombok yang kehidupan nya masih memprihatinkan dan terlihat sangat miskin. Kita diperlihatkan kesekeliling kampung dan melihat rumah rumah mereka yang masih sangat sederhana.
Di jkt, sepulang dari lombok melihat artikel di Majalah Kartini tentang Putri Mandalika legenda dari Lombok….ada patungnya pula disana………..
Sayang sekali tour guidenya gak sempat membawa kami melihat2 patung putri yang konon cantik jelita dan menceburkan diri ke laut karena banyak pangeran yang meminang dan dia takut kalau salah satu ditolak akan terjadi pertumpahan darah.
Sebelum mencebur kelaut putri berjanji kepada rakyat bahwa blio akan datang setiap tahun bertepatan dengan malam itu untuk membawa kemakmuran bagi rakyatnya.
Setiap tahun mulai akhir Febuari hingga awal Maret, masyarakat di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, membanjiri Pantai Seger dekat Kuta untuk melakukan Bau Nyale. Bau Nyale artinya menangkap cacing karang (nyale). Cacing nyale ini dipercayai masyarakat sebagai penjelmaan Putri Mandalika.
Oleh masyarakat setempat cacing nyale ini dimakan mentah, digoreng atau dipepes kabarnya rasanya cukup lezat mirip ikan.
Sehari sebelum kami betolak ke Jakarta, teman suami yang dulu sama sama menuntut ilmu di Wollonggong Australia dan sudah lama tinggal di Lombok mengunjungi ku bersama keluarganya dengan membawakan Plencing Kangkung, makanan khas Lombok.
Kangkung yang bentuknya agak berbeda dengan yang kita temui di jkt (kabarnya siy kangkung khas Lombok) karena daun dan batang sangat lembut nampaknya daun kangkung muda. sayuran ini di rebus dan ditaburi semacam sambal yang terbuat dari campuran cabai, tomat terasi dan bumbu lainnya….
foto foto lengkap disini
kapan aku bisa jalan2 kesana ya ^^
bagus bgt katanya…pantainya budayanya dan adatnya
[...] 15. Holiday in Lombok [...]